Waktu panen terbaik adalah pagi hari (06.00-09.00) saat daun masih segar dan kadar air tinggi. Hindari memanen saat hujan atau terik siang karena daun mudah layu. Frekuensi panen ideal setiap 1-2 minggu sekali. Dalam setahun, satu rumpun katuk bisa dipanen 15-20 kali. Pastikan alat potong (pisau/gunting) bersih dan tajam untuk mencegah luka berlebihan pada batang.
Ciri daun katuk siap panen: daun berwarna hijau tua, tidak terlalu tua (keras) atau terlalu muda (kuncup). Daun yang terlalu tua rasanya pahit dan berserat. Setelah panen, segera sortir daun dari batang, cuci bersih, dan simpan dalam wadah tertutup di lemari es (tahan 3-5 hari). Untuk pemasaran, ikat dalam ikatan kecil (100-200 gram) agar mudah dijual.
Agar panen terus berlanjut, lakukan pemupukan rutin setiap 2 minggu setelah panen dengan pupuk kandang atau kompos (1-2 kg per rumpun). Siram tanaman setiap hari jika musim kemarau. Jika tanaman mulai tinggi dan kurang produktif, lakukan pemangkasan berat (rejuvenasi) dengan memotong batang setinggi 30 cm dari tanah. Tanaman akan tumbuh tunas baru dalam 2-3 minggu.