Pemupukan dilakukan secara bertahap. Pada tahun pertama, beri pupuk kandang (kotoran sapi/ayam) sebanyak 2-3 kg per pohon setiap 3 bulan sekali. Campurkan juga pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50 gram per pohon setiap 6 bulan (awal musim hujan dan akhir musim kemarau). Taburkan pupuk di sekitar tajuk, lalu tutup tipis dengan tanah. Hindari pemupukan saat hujan deras untuk mencegah pencucian unsur hara. Untuk pohon dewasa (usia >5 tahun), tingkatkan dosis pupuk kandang menjadi 5-10 kg per pohon per tahun.
Pengendalian gulma sangat penting terutama pada 2-3 tahun pertama. Lakukan penyiangan manual atau dengan herbisida berbahan aktif paraquat atau glifosat sesuai dosis pada label, dengan cara disemprotkan pada gulma di sekitar batang. Jangan sampai herbisida mengenai batang atau daun kemenyan. Mulsa organik dari jerami atau daun kering setebal 5-10 cm di sekitar pangkal pohon membantu menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Ganti mulsa setiap 6 bulan.
Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk dan merangsang produksi getah. Pada tahun ke-2, pangkas cabang-cabang yang tumbuh terlalu rendah atau saling bersilangan. Sisakan 3-4 cabang utama yang kokoh. Untuk pohon yang sudah siap disadap (usia 5-7 tahun), pangkas cabang yang sakit atau mati. Sadapan getah dilakukan dengan cara melukai batang secara vertikal sedalam 2-3 mm, lalu tampung getah yang keluar. Lakukan penyadapan setiap 2 minggu sekali pada musim kemarau. Hindari penyadapan saat hujan karena getah akan encer.