Teknik penyadapan dilakukan dengan membuat luka sayatan berbentuk V atau spiral pada batang setinggi 50-100 cm dari permukaan tanah. Kedalaman sayatan 1-2 cm, panjang 10-15 cm. Getah akan keluar dan mengeras dalam 2-4 minggu. Setiap pohon dapat menghasilkan 0,5-1 kg getah kering per panen pada tahun pertama, meningkat hingga 3-5 kg per tahun pada puncak produksi (umur 15-20 tahun).
Pemanenan getah dilakukan dengan mengumpulkan gumpalan getah yang sudah mengeras menggunakan pisau bambu atau kayu. Hindari penggunaan pisau logam karena dapat mengkontaminasi getah. Getah dikumpulkan dalam wadah bersih dan dijemur di tempat teduh selama 3-5 hari hingga kadar air <10%. Sortasi berdasarkan ukuran dan warna: grade A (putih bersih, ukuran >2 cm), grade B (kuning, ukuran 1-2 cm), dan grade C (coklat, ukuran <1 cm).
Pasca panen, getah disimpan dalam wadah kedap udara di tempat kering dan sejuk. Harga jual kemenyan grade A bisa mencapai Rp 150.000-200.000/kg di tingkat petani (2023). Pohon yang sudah disadap perlu diistirahatkan 1-2 bulan setiap tahun agar tidak stres. Rotasi penyadapan pada sisi batang yang berbeda setiap kali panen untuk menjaga kesehatan pohon.