Ulat pemakan daun biasanya muncul pada awal musim kemarau (April-Juni) dan menyerang daun muda. Ciri serangan adalah daun berlubang tidak beraturan, adanya kotoran ulat berwarna hitam, dan ulat berkumpul di permukaan bawah daun. Pengendalian dapat dilakukan dengan memungut ulat secara manual pada pagi hari, memasang lampu perangkap (light trap) untuk ngengat dewasa, serta menanam tanaman refugia seperti bunga matahari atau kenikir di sekitar kebun untuk menarik musuh alami seperti parasitoid dan predator.
Kutu putih menyerang pucuk dan tangkai daun, menyebabkan daun keriting, layu, dan pertumbuhan terhambat. Ciri khas adalah adanya embun madu (honeydew) yang menarik semut dan memicu pertumbuhan jamur jelaga. Pengendalian dilakukan dengan memotong dan membakar bagian tanaman terserang berat, menyemprot air bertekanan untuk membuang kutu, serta memanfaatkan predator seperti kumbang Coccinella dan larva Chrysopa. Hindari penyemprotan insektisida spektrum luas karena dapat membunuh musuh alami.
Kepik penghisap buah (Dysdercus cingulatus) menyerang buah muda hingga matang, menyebabkan buah mengering, gugur, atau biji menjadi keriput. Hama ini aktif pada musim hujan (Oktober-Desember). Pengendalian dilakukan dengan mengumpulkan dan memusnahkan buah terserang, menjaga kebersihan lahan dari sisa-sisa tanaman, serta memanfaatkan jamur entomopatogen seperti Beauveria bassiana yang diaplikasikan sesuai petunjuk label. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi spesifik.