Pada fase semai (minggu ke-1), gunakan larutan dengan EC 0.8-1.0 mS/cm. Setelah bibit berumur 7-10 hari dan dipindahkan ke sistem hidroponik (misal NFT atau sumbu), naikkan EC menjadi 1.2-1.5 mS/cm pada minggu ke-2. pH larutan dijaga antara 5.5-6.5. Penyesuaian EC dilakukan bertahap untuk mencegah stres osmotik pada akar.
Memasuki minggu ke-3 hingga panen (biasanya 30-40 hari setelah semai), pertahankan EC pada 1.8-2.2 mS/cm. Pada fase ini, Samhong membutuhkan nitrogen lebih tinggi untuk pertumbuhan daun. Jika daun tampak pucat atau pertumbuhan lambat, naikkan EC sedikit. Sebaliknya, jika ujung daun menguning (burn), segera turunkan EC dan flush sistem dengan air bersih selama 1-2 jam.
Ganti larutan nutrisi setiap 7-10 hari untuk mencegah penumpukan garam dan patogen. Di musim kemarau (suhu tinggi), tanaman lebih cepat menyerap air sehingga EC cenderung naik; tambahkan air tawar untuk menurunkan EC. Di musim hujan, perhatikan kelembapan tinggi yang bisa memicu jamur; jaga sirkulasi udara dengan kipas angin. Selalu gunakan air baku dengan TDS <100 ppm.