Persiapan dimulai dengan penyemaian bibit di rockwool atau spons hidroponik. Rendam media tanam dalam air pH 5.5-6.5 selama 5 menit, lalu tiriskan. Tabur 2-3 biji per lubang, tutup tipis, dan letakkan di tempat teduh. Setelah 3-5 hari, bibit berkecambah dan siap dipindah ke netpot saat berdaun 2-3 helai (sekitar 7-10 hari). Gunakan larutan nutrisi AB Mix dengan EC 1.2-1.8 mS/cm untuk fase vegetatif.
Perawatan meliputi pengaturan sirkulasi larutan nutrisi minimal 15 menit setiap jam (sistem DFT atau NFT). Ganti larutan setiap 7-10 hari untuk menjaga ketersediaan unsur hara. Pastikan pH tetap 5.5-6.5 dengan adjustment menggunakan pH down/up. Intensitas cahaya 12-14 jam per hari cukup; jika menggunakan lampu LED, jaga jarak 15-20 cm dari tanaman. Hindari genangan pada akar dan bersihkan tangki dari lumut secara rutin.
Panen dapat dilakukan saat tanaman berumur 30-40 hari, dengan tinggi sekitar 20-25 cm dan daun terbuka lebar. Potong batang tepat di atas netpot menggunakan pisau steril. Hasil panen bisa mencapai 150-250 gram per tanaman. Setelah panen, bersihkan sistem hidroponik dengan air bersih dan larutan hidrogen peroksida 3% sebelum menanam kembali. Simpan hasil panen dalam kantong plastik berlubang di lemari es (suhu 4-8°C) untuk kesegaran hingga 5 hari.