Nutrisi adalah kunci utama. Gunakan larutan AB Mix khusus sayuran daun dengan konsentrasi 600–800 ppm untuk fase vegetatif (minggu 1–2) dan 800–1000 ppm saat mendekati panen (minggu 3–4). Ganti larutan setiap 7–10 hari untuk mencegah penumpukan garam. pH larutan harus dijaga antara 5.5–6.5. Cek pH setiap 2 hari menggunakan pH meter atau kertas lakmus; jika terlalu tinggi, tambahkan asam fosfat atau cuka dapur (1–2 ml per liter).
Pencahayaan optimal 12–14 jam per hari. Jika menggunakan lampu LED, jarak lampu ke tanaman 20–30 cm. Di Indonesia, sinar matahari langsung cukup kuat, jadi jika di luar ruangan, beri naungan 50% agar daun tidak terbakar. Suhu ideal 20–28°C; jika suhu di atas 30°C, tanaman akan cepat berbunga (bolting). Pastikan sirkulasi udara baik dengan kipas angin kecil untuk mencegah jamur.
Panen dapat dilakukan 25–30 hari setelah semai (HSS) saat daun sudah lebar dan tinggi tanaman 15–20 cm. Potong batang di atas netpot atau akar. Setelah panen, segera bersihkan sistem hidroponik dengan air bersih dan larutan hidrogen peroksida 3% untuk sterilisasi.