Selada, Panduan Lengkap Budi Daya Selada Hidroponik Sistem NFT dari Semai hingga Panen
Julia Filirovska / Pexels

Panduan Lengkap Budi Daya Selada Hidroponik Sistem NFT dari Semai hingga Panen

Menanam selada hidroponik dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique) memungkinkan panen cepat dan bersih dalam waktu 30 hingga 35 hari setelah semai.

Jawaban singkat

Langkah awal budi daya selada hidroponik NFT dimulai dari penyemaian benih menggunakan media rockwool berukuran 2,5 x 2,5 cm. Basahi rockwool dengan air bersih hingga lembap, lalu masukkan satu benih selada per lubang tanam. Letakkan wadah semai di tempat gelap selama 24 jam hingga pecah benih, kemudian segera kenalkan pada sinar matahari pagi selama 3 hingga 4 jam sehari agar bibit tidak mengalami etiolasi atau tumbuh jangkung.

Ringkas: Selada

Cahaya
Sinar matahari minimal 6 jam sehari dengan naungan paranet 30 persen
Penyiraman
Sirkulasi air nutrisi mengalir terus menerus selama 24 jam
Musim
Sepanjang tahun dengan pengaturan naungan saat musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan ketelitian tinggi dalam memantau kepekatan ppm dan pH air setiap hari.

Setelah bibit berumur 10 hingga 14 hari dan memiliki 3 sampai 4 lembar daun sejati, bibit siap dipindahkan ke talang NFT. Alirkan nutrisi AB Mix secara terus-menerus dengan ketebalan lapisan air sekitar 1 hingga 3 milimeter dan kemiringan talang 2 hingga 5 persen. Pada minggu pertama pindah tanam, atur kepekatan nutrisi pada kisaran 400 hingga 600 ppm, lalu naikkan secara bertahap hingga mencapai 800 sampai 1000 ppm saat mendekati masa panen.

Menjaga kualitas larutan nutrisi sangat krusial pada iklim tropis Indonesia yang cenderung hangat sepanjang tahun. Usahakan suhu larutan nutrisi di dalam tandon berada pada rentang 24 hingga 28 derajat Celsius dengan kadar pH ideal 5,5 hingga 6,5. Lakukan pengecekan pH dan nilai ppm menggunakan alat pH meter dan TDS meter setiap pagi pukul 07.00 dan sore pukul 16.00 untuk memastikan tanaman menyerap hara secara optimal.

Selada siap dipanen pada umur 30 hingga 35 hari setelah semai, saat bobot tanaman mencapai sekitar 100 hingga 150 gram per rumpun. Lakukan pemanenan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 untuk menjaga kesegaran daun agar tidak layu akibat terik matahari. Cabut selada beserta akarnya secara perlahan, potong bagian akar yang kotor jika diperlukan, lalu kemas dalam plastik berlubang untuk menjaga kelembapan selama distribusi.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyemaian benih selada pada media rockwool lembap hingga berkecambah dan kenalkan sinar matahari pagi.
  2. Pindahkan bibit yang telah berdaun 3 hingga 4 lembar ke netpot di dalam talang NFT.
  3. Sirkulasikan larutan nutrisi AB Mix 24 jam penuh dengan menjaga kepekatan ppm dan pH secara berkala.
  4. Panen selada pada umur 30 hingga 35 HSS di pagi hari dengan mencabut seluruh rumpun beserta akarnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa rasa daun selada hidroponik terasa pahit?

Rasa pahit biasanya disebabkan oleh suhu air tandon yang terlalu panas, kelebihan unsur nitrogen, atau tanaman terlambat dipanen sehingga mulai memicu pembentukan bunga.

Berapa kemiringan talang NFT yang ideal untuk selada?

Kemiringan talang yang ideal adalah 2 hingga 5 persen, atau sekitar 2 hingga 5 cm penurunan untuk setiap 1 meter panjang talang.

Apakah sistem NFT butuh pompa yang menyala 24 jam?

Ya, sistem NFT mengandalkan aliran tipis air secara terus-menerus. Jika pompa mati terlalu lama, akar selada bisa cepat mengering dan layu.

Berapa nilai pH air yang sesuai untuk selada hidroponik?

Nilai pH ideal untuk selada hidroponik berkisar antara 5,5 hingga 6,5 agar unsur hara makro dan mikro dapat terserap sempurna.

Panduan terkait

Sistem NFT, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.