Proses penanaman dimulai dengan memilih bibit palem berumur 3 hingga 6 bulan yang sudah memiliki 3-4 helai daun sehat. Buat lubang tanam sedalam 20-30 cm pada media, lalu masukkan bibit secara tegak lurus tanpa menimbun leher batang terlalu dalam. Pada dua minggu pertama setelah tanam, lakukan penyiraman rutin sebanyak 1-2 liter air per tanaman setiap pagi hari. Jika Anda menanam langsung di lahan pekarangan atau kebun, atur jarak tanam minimal 2 x 2 meter untuk jenis palem berukuran sedang seperti palem putri atau palem kuning agar tajuk daun dapat berkembang maksimal.
Pemeliharaan rutin tanaman palem meliputi penyiraman, pemupukan, dan pembersihan pelepah secara konsisten. Berikan pupuk organik padat sebanyak 500 gram per pohon setiap 3 bulan sekali, diselingi pemberian pupuk NPK seimbang sebanyak 15-20 gram per tanaman setiap bulan sekali pada musim kemarau. Memasuki musim hujan, penyiraman dapat dikurangi menjadi 2-3 hari sekali menyesuaikan tingkat kelembapan tanah. Pangkas pelepah daun tua yang sudah menguning atau mengering menggunakan gunting stek tajam setiap 2 minggu sekali agar estetika tanaman tetap terjaga dan nutrisi terfokus pada pertumbuhan daun baru.
Masa panen atau pengangkatan palem hias untuk tujuan komersial maupun pemindahan lanskap biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 1,5 hingga 3 tahun, tergantung pada varietasnya. Untuk palem pot indoor, lakukan rotasi posisi pemaparan cahaya matahari setiap 2 minggu sekali agar bentuk tajuk daun tumbuh simetris. Jika Anda ingin memanen anakan (pup) untuk perbanyakan, pisahkan anakan yang telah memiliki sedikitnya 3 helai daun dan sistem perakaran mandiri pada awal musim hujan menggunakan pisau steril agar induk tanaman tidak stres.