Kacang hijau menjadi pilihan utama karena hanya membutuhkan air sekitar 300 hingga 400 mm selama siklus hidupnya dan dapat dipanen dalam waktu singkat, yaitu 60 hingga 65 hari setelah tanam. Selain itu, tanaman jagung hibrida tahan kering dan kacang tanah juga sangat prospektif bila ditanam pada awal musim kemarau dengan interval penyiraman 7 hingga 10 hari sekali.
Pengolahan tanah untuk tanaman musim kemarau harus difokuskan pada pemeliharaan kelembapan tanah melalui pemberian pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar. Penggunaan mulsa jerami setebal 5 hingga 10 cm atau mulsa plastik hitam perak mampu menekan penguapan air tanah hingga 40 persen serta mengendalikan pertumbuhan gulma.
Penerapan pola tanam Padi, Padi, Palawija atau Padi, Palawija, Bera sangat dianjurkan untuk memutus siklus hama dan menjaga kelestarian hara. Puncak kemarau pada bulan Juli dan Agustus dapat dimanfaatkan untuk mengistirahatkan tanah secara alami guna mengembalikan aerasi tanah sebelum memasuki musim hujan berikutnya.
