Untuk sayuran daun, kangkung darat, bayam, dan sawi hijau masih bisa ditanam dengan penyiraman rutin 2 kali sehari (pagi dan sore). Namun, pilihan terbaik adalah tanaman yang tidak membutuhkan banyak air seperti kacang panjang, mentimun, dan pare. Tanaman ini memiliki akar yang dalam dan mampu bertahan meski penyiraman dilakukan 3 hari sekali. Pastikan menggunakan mulsa jerami untuk menjaga kelembaban tanah.
Tanaman umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, dan talas sangat cocok di musim kemarau. Ubi jalar dapat ditanam di awal kemarau (April-Mei) dan dipanen setelah 3-4 bulan. Singkong bahkan lebih tahan kekeringan dan bisa ditanam sepanjang tahun asal tersedia air saat awal tanam. Kacang tanah dan jagung juga menjadi pilihan utama karena kebutuhan airnya rendah dan tahan terhadap hama kutu daun yang umum di musim kemarau.
Hindari menanam tanaman yang membutuhkan banyak air seperti padi sawah, selada air, atau kailan di musim kemarau tanpa irigasi yang memadai. Jika lahan terbatas, gunakan sistem irigasi tetes sederhana dari botol bekas untuk efisiensi air. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk varietas unggul yang adaptif di daerah Anda. Jangan lupa untuk melakukan rotasi tanaman agar tanah tidak kehilangan unsur hara secara berlebihan.