Musim Kemarau, Panduan Kalender Tanam dan Komoditas Unggulan Musim Kemarau
Alexey Demidov / Pexels

Panduan Kalender Tanam dan Komoditas Unggulan Musim Kemarau

Pilihan tanaman tahan kering dan strategi budidaya hemat air untuk menjaga produktivitas lahan selama musim kemarau.

Jawaban singkat

Memasuki musim kemarau yang berlangsung antara bulan April hingga September di sebagian besar wilayah Indonesia, petani perlu mengalihkan pola tanam dari padi sawah ke tanaman palawija yang hemat air. Penurunan curah hujan hingga di bawah 100 mm per bulan menuntut pemilihan komoditas yang mampu bertahan pada kondisi kelembapan tanah yang rendah.

Ringkas: Musim Kemarau

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari)
Penyiraman
Penyiraman 2-3 kali seminggu setelah tanaman dewasa
Musim
Kemarau (April-Oktober)
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman tahan kering cocok untuk pemula di musim kemarau

Kacang hijau menjadi pilihan utama karena hanya membutuhkan air sekitar 300 hingga 400 mm selama siklus hidupnya dan dapat dipanen dalam waktu singkat, yaitu 60 hingga 65 hari setelah tanam. Selain itu, tanaman jagung hibrida tahan kering dan kacang tanah juga sangat prospektif bila ditanam pada awal musim kemarau dengan interval penyiraman 7 hingga 10 hari sekali.

Pengolahan tanah untuk tanaman musim kemarau harus difokuskan pada pemeliharaan kelembapan tanah melalui pemberian pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar. Penggunaan mulsa jerami setebal 5 hingga 10 cm atau mulsa plastik hitam perak mampu menekan penguapan air tanah hingga 40 persen serta mengendalikan pertumbuhan gulma.

Penerapan pola tanam Padi, Padi, Palawija atau Padi, Palawija, Bera sangat dianjurkan untuk memutus siklus hama dan menjaga kelestarian hara. Puncak kemarau pada bulan Juli dan Agustus dapat dimanfaatkan untuk mengistirahatkan tanah secara alami guna mengembalikan aerasi tanah sebelum memasuki musim hujan berikutnya.

Langkah-langkah

  1. Lakukan olah tanah minimal dan campurkan pupuk organik berkualitas sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar saat pembentukan bedengan.
  2. Pilih benih palawija varietas unggul yang berumur genjah dan toleran terhadap kekeringan.
  3. Tutup permukaan tanah atau bedengan dengan mulsa jerami setebal 5 hingga 7 cm untuk meminimalkan penguapan.
  4. Atur jadwal irigasi bergilir atau irigasi tetes secara efisien, terutama pada pagi atau sore hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tanaman apa saja yang paling cocok ditanam di musim kemarau?

Tanaman palawija seperti kacang hijau, kedelai, kacang tanah, jagung, ubi kayu, serta sayuran seperti terung dan kangkung darat.

Mengapa kacang hijau sangat direkomendasikan saat kemarau?

Kacang hijau memiliki perakaran dalam, berumur pendek (60-65 hari), serta sangat efisien dalam penggunaan air.

Berapa kali idealnya penyiraman tanaman di musim kemarau?

Penyiraman dapat dilakukan 1 hingga 2 kali seminggu tergantung jenis tanaman dan tekstur tanah, dengan fokus pada fase pertumbuhan kritis.

Apakah cabai bisa ditanam saat musim kemarau?

Bisa, asalkan ketersediaan air irigasi mencukupi dan lahan menggunakan mulsa plastik untuk mempertahankan kelembapan.

Bagaimana cara mencegah tanah cepat kering di musim kemarau?

Gunakan mulsa jerami atau plastik, tingkatkan kandungan bahan organik tanah, dan siram tanaman pada pagi atau sore hari.

Panduan terkait

Kalender Tanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.