Memasuki puncak musim hujan pada bulan Desember hingga Januari, pilihlah sayuran yang relatif tahan terhadap gempuran air hujan atau manfaatkan naungan mulsa dan plastik UV. Jenis sayuran seperti sawi hijau (caisim), pakcoy, dan genjer menunjukkan daya tahan yang baik, dengan jarak tanam ideal 20x20 cm serta pemupukan susulan berupa pupuk organik cair yang diberikan setiap 5 hari sekali.
Untuk jenis sayuran buah seperti terong, oyong (gambas), dan cabai lokal, persemaian dapat dimulai pada pertengahan musim hujan (Januari-Februari) dengan membuat bedengan setinggi 30 hingga 40 cm. Tingginya bedengan ini mencegah genangan air merusak perakaran, sementara penyiangan gulma dilakukan rutin 1 kali seminggu untuk menekan kelembapan mikro di sekitar pangkal batang.
Pada akhir musim hujan menjelang peralihan (Februari-Maret), lahan siap ditanami tanaman kacang-kacangan seperti kacang panjang dan buncis yang membutuhkan paparan matahari sedang. Penyiraman otomatis berkurang drastis, namun pengamatan terhadap serangan jamur daun harus ditingkatkan menjadi 2 hari sekali untuk menjaga kesehatan tanaman hingga masa panen.
